Friday, 3 November 2017

MAKALAH AUDIT COMMAND LANGUAGE

TUGAS MAKALAH
AUDIT COMMAND LANGUAGE

Disusun oleh :
Aditia Rizki P (10114278)
Ghanang samatayoga (14114505)
Naufal Bimatama (17114849)
Satria Darmawan (1A114069)
Zullyan Pangestu (1C114700)
Kelas : 4KA18


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
SISTEM INFORMASI
DEPOK
2017


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman banyak perusahan yang mengandalkan sistem informasi sebagai pendukung jalannya operasional perusahaan. untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan, maka  pengolaan informasi sangat dibutuhkan untuk tercapainya visi dan misi pada suatu perusahaan tersebut.
Semakin berkembangnya teknologi informasi akan semakin banyak ancaman-ancaman yang akan terjadi dari dalam maupun luar perusahaan. Misalnya pada pemrosesan komputer.  Akan sangat mengkhawatirkan bila terjadi kesalahan dalam pemrosesan di dalam komputer. Kerugian mulai dari tidak dipercayainya perhitungan matematis sampai kepada ketergantungan kehidupan manusia.
1.2 Tujuan
Tujuan di buatnya makalah ini yaitu :
1.    Untuk mengetahui Pengertian audit
2.    Untuk mengetahui Pengertian Teknologi Informasi
3.    Untuk mengetahui Pengertian ACL
4.    Untuk mengetahui Sejarah ACL
5.    Untuk mengetahui Manfaat ACL
6.    Untuk mengetaui fitur dari ACL

1.3 Ruang Lingkup
·         Audit
·         Teknologi informasi
·         ACL



BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Pengertian Audit Sistem Informasi
Aditia Rizki P (10114278)

Audit teknologi informasi atau information systems (IS) audit adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.
2.2     Pengertian Teknologi Informasi
Ghanang samatayoga (14114505)

Pengertian Teknologi Informasi secara lebih luas yaitu suatu teknologi yang difungsikan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas.
2.2.1 Pengertian Teknologi Informasi Menurut Para Ahli
1.      Haag & Keen (1996) teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu pekerjaan dengan informasi serta melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
2.      Martin (1999) teknologi informasi tidak hanya terbatas pada TI (Hardware dan Software) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, serta juga mencakup teknologi komunikasi yang mengirimkan sebuah informasi.
3.      Williams dan Sawyer (2003) TI adalah teknologi yang menggabungkan Komputer dengan jalur komunikasi yang berkecepatan tinggi yang dapat membawa data, suara dan video.
4.      Lucas (2000) Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis
5.      Kamus Oxford( 1995) Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, Untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar
2.3       Pengertian Audit Command Language
Zullyan Pangestu (1C114700)

Audit Command Language adalah software yang dirancang secara khususuntuk audit, Yang di desain untuk melakukan analisa data elektronik suatu perusahaan dan membantu  menyiapkan  atau  menghasilkan  laporan audit  baik  untuk  penggun biasa (common/  non  technical  users) maupun  pengguna ahli  (expert  users) secara  mudah  dan interaktif (saling terkait). 
Dengan   menggunakan   ACL   pekerjaan   audit   akan   jauh   lebih   cepat. Dengan beberapa kemampuan ACL, analisis data akan lebih efisien dan lebih meyakinkan.
2.3.1    Sejarah Audit Command Language
ACL dikembangkan sejak tahun 1970-an oleh Prof. Hart J. Will dari Canada dan kemudian dikelola oleh ACL Services Ltd, Vancouver, Canada, dan merupakan pemimpin pasar dalam teknologi pengambilan data, analisis data, serta pelaporan (hasil survey tahunan The Institute of Internal Auditors, USA, 2005).
ACL telah dikembangluaskan dengan fungsi untuk memenuhi kebutuhan analisis data seluruh aktivitas bisnis operasional di dalam perusahaan, di antaranya pada bidang audit untuk analisis data, pencocokan dan pembandingan data, laporan penyimpangan, dsb; pada bidang IT (Information Technology) untuk data migration, data cleansing, data matching, data integrity testing; selain itu juga untuk analisis, konsolidasi, rekonsiliasi data, dan pelaporan pada divisi lain seperti Keuangan, Pemasaran, Distribusi, Operasional, dan lain sebagainya.
ACL dapat membaca data dari berbagai macam sistem yang terbentang mulai dari model sistem mainframe lama hingga ke relational database modern. ACL adalah aplikasi yang hanya ‘read-only’, ACL tidak pernah mengubah data sumber asli sehingga aman untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data, cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke lain. ACL membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data sehingga dapat dianalisis. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat daripada proses auditing secara manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.
Software ini dapat melakukan akses data langsung ke dalam database ataupun dalam bentuk teks file dalam waktu yang singkat tanpa menganggu sistem yang sedang berjalan, melakukan proses verifikasi hasil dari data yang diperoleh untuk menciptakan integrasi data yang dipercaya, dan hasil analisa data yang dapat diandalkan. Semua dapat dilakukan dengan cepat, tepat, aman, dan akurat
2.3.2    Manfaat ACL Bagi Auditor
            Penggunaan ACL akan membantu mereka dalam melaksanakan tugas audit secara lebih terfokus, cepat, efisien, efektif, dan murah dengan lingkup yang lebih luas dan analisis mendalam. Indikasi penyimpangan dapat dilakukan dengan cepat, akurat, dan dengan beraneka ragam analisis menggunakan ACL sehingga auditor dapat menemukan lebih banyak penyimpangandan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan pembuktian.
Untuk manajemen termasuk profesi akunting dan keuangan: ACL dapat membantu mereka dalam menganalisis data dan informasi perusahaan, pengujian pengendalian yang telah ada, dan pembuatan laporan manajemen secara cepat dan fleksibel
Untuk Sumber Daya Manusia/Pemeriksa, IT, dan lainnya: Dapat melakukan sistem pelaporan yang sesuai dengan keinginan atau laporan yang diinginkan (independensi) dengan akurasi dan kualitas data yang sangat bagus sehingga data pelaporan dapat dipercaya. Proses pembuatan rekapitulasi dengan sangat cepat.
2.3.3    Mereview Aplikasi ACL
Naufal Bimatama (17114849)

2.3.3.1 Struktur Menu
Struktur menu pada ACL for Windows versi 7.0 digambarkan sebagai berikut :
2.3.3.2 Cara Membuat Project Baru pada ACL
1.      Masuk ke ACL for windows V. 7.0.
2.      Pada tampilan utama pilih menu File, kemudian pilih New Project.
3.      Apabila ingin membuka kembali project yang sudah tersimpan, pilih Open Project.
4.      Setelah memilih New Project, ketik nama project anda dalam kotak File Name.
5.      Klik Save.

2.3.3.3 Cara Input File Baru pada ACL
1.      Klik No Input File pada pojok kanan atas tampilan utama ACL.
2.      Setelah itu akan muncul tampilan Select Input File Definition, pilih New.
3.      Kemudian pada tampilan Select Data Source, pilih radio botton Disk, lalu Next
4.      Setelah memilih New Project, ketik nama project anda dalam kotak File Name
5.      Kemudian pilih File yang ingin dibuka.
6.      Lalu pada tampilan Data Definition Wizard – CharacterSet, pilih radio button PCs and all other types ofcomputer, kemudian pilih Next.
7.      Lalu pada tampilan Data Definition Wizard – File Format, pilih radio button dBASE compatible file, kemudian pilih Next.
8.      Lalu pada Data Definition Wizard – Final, pilih Finish.
9.      Lalu apabila ada tampilan Input File‘Untitled’ changed, Save As, klik OK.

2.3.3.4 Cara Untuk Memunculkan Command Log dan  Merapihkan Tampilan
Satria Darmawan (1A114069)

·         Untuk Memunculkan Command Log:  Pilih menu Window, lalu pilih Open Command Log.
·         Untuk Merapihkan Tampilan: Pilih menu Window, lalu pilih Arrange All.

2.3.4    Manfaat ACL software tools
·         Dapat membantu dalam mengAkses data baik langsung (Direct) kedalam system jaringan ataupun  tidak langsung (InDirect) melalui media lain seperti softcopy dalam bentuk teks file/report.
·         Menempatkan kesalahan dan potensial fraud sebagai pembanding dan menganalisa file-file menurut aturan-aturan yang ada.
·         Mengidentifikasi kecenderungan/gejala-gejala, dapat juga menunjukan dengan tepat/sasaran pengecualian data dan menyoroti potensial area yang menjadi perhatian.
·         Mengidentifikasi proses perhitungan kembali dan proses verifikasi yang benar.
·         Mengidentifikasi persoalan sistem pengawasan dan memastikan terpenuhinya permohonan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.
·         Aging dan menganalisa Account Receivable/Payable atau beberapa transaksi lain dengan menggunakan basis waktu yang sensitif.
·         Memulihkan biaya atau pendapatan yang hilang dengan pengujian data pada data-data duplikasi pembayaran, menguji data-data nomor Invoice/Faktur yang hilang atau pelayanan yang tidak tertagih.
·         Menguji terhadap hubungan antara authorisasi karyawan dengan supplier.
·         Melakukan proses Data Cleansing dan Data Matching atau pembersihan data dari data-data duplikasi terutama dari kesalahan pengetikan oleh End-User.
·         Dapat melaksanakan tugas pengawasan dan pemeriksaaan dengan lebih fokus, cepat, efisien, dan efektif dengan lingkup yang lebih luas dan analisa lebih mendalam. Mengidentifikasi penyimpangan (Fraud Detection) dapat dilakukan dengan cepat dan akurat sehingga memiliki waktu lebih banyak alam menganalisa data dan pembuktian.
2.3.4    Fitur dan Kemampuan ACL
1.      Universal Data Access, yaitu dapat mengakses data dari hampir semua jenis database yang ada (DBF, XLS, Text File, report file, Oracle, SQL, DB2, AS/400 FDF, COBOL, dsb) dan semua platform (PC, minicomputer, dan mainframe).
2.      Jumlah Data Besar, yaitu kemampuan dalam mengakses dan memproses data dalam jumlah yang sangat besar (hingga ratusan juta record).
3.      Kecepatan Waktu Proses, kemampuannya untuk memproses dalam waktu yang singkat walaupun data yang diproses dalam jumlah yang besar.
4.      Integritas Data, dengan kemampuan mengakses database 100% (tanpa metode sampling) serta data yang bersifat Read Only yang dapat menjamin orisinalitas, keamanan dan integritas data untuk pengolahan menjadi informasi yang bermanfaat bagi user dan manajemen.
4.
5.      Automasi, pembuatan aplikasi audit yang sangat cepat dan mudah untuk melakukan automasi analisis data untuk efisiensi proses kerja.
6.      Multi File Process, dapat digunakan untuk menangani beberapa file sekaligus, tanpa mengganggu operasional teknologi informasi yang dijalankan oleh perusahaan.
7.      Log File Navigation, dilengkapi dengan log file untuk pencatatan proses analisis yang telah dilakukan sehingga menghasilkan suatu audit trail yang komprehensif.
8.      Fungsi Analisis yang Lengkap, dilengkapi fungsi-fungsi analisis yang sangat lengkap yang dapat dengan mudah dikombinasikan dalam menghasilkan temuan-temuan yang tidak pernah terkirakan sebelumnya.
9.      Pelaporan yang Handal, kemudahan untuk merancang laporan yang handal sarat informasi yang bermanfaat serta dapat dikirimkan secara otomatis via email atau integrasi ke dalam software aplikasi Crystal Report.
10.  IT Audit, kemudahan dalam menguji integritas data dan menganalisis data yang ada di dalam database ataupun menganalisis user-user yang telah masuk ke dalam suatu jaringan/network.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Audit Coomand Language adalah software yang dirancang secara khususuntuk audit, Yang di desain untuk melakukan analisa data elektronik suatu perusahaan dan membantu  menyiapkan  atau  menghasilkan  laporan audit  baik  untuk  penggun biasa (common/  non  technical  users) maupun  pengguna ahli  (expert  users) secara  mudah  dan interaktif (saling terkait).   
3.2 Saran
Mohon maap jika didalam penulisan ini masih banyak kekurangan . Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan untuk perbaikan ke depannya.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.gurupendidikan.co.id/10-pengertian-teknologi-informasi-menurut-para-ahli/
http://trisnadi169.blogspot.co.id/2011/07/pengenalan-acl.html
http://distabudi.blogspot.co.id/2017/10/audit-command-language.html

https://labalasite.files.wordpress.com/2015/09/modul-praktikan-audit-it-2016-2017.pdf


Tugas Testing dan implementasi sistem


A.               System Development Life Cycle (SDLC)
            SDLC(System Development Life Cycle) yaitu proses atau metode pembuatan dan pengubahan sistem yang digunakan untuk mengembangkan sistem.
            Pada SDLC terdapat beberapa tahapan yang dilakukan yaitu:

1.      Systems Planning (Perencanaan Sistem)
Kegiatan yg menyangkut estimasi dr kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja & dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan
Aktivitas-aktivitas yang ada meliputi :
¾     Membuat tim pengembang.
¾     Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan.
¾     Mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada.
¾     Evaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan sistem.

2.      Systems Analysis (Analisis Sistem)
Analisa sistem adalah tahap di mana dilakukan beberapa aktivitas berikut:
¾     Melakukan studi literatur untuk menemukan suatu kasus yang bisa ditangani oleh sistem.    
¾      Brainstorming dalam tim pengembang mengenai kasus mana yang paling tepat dimodelkan dengan sistem.
¾     Mengklasifikasikan masalah, peluang, dan solusi yang mungkin diterapkan untuk kasus tersebut.
¾     Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem.
¾     Mendefinisikan kebutuhan sistem.

3.      Systems Design (Perancangan Sistem)
 Pada tahap ini mendeskripsikan secara detail feature dan operasi yang dilakukan pada sistem. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada tahap ini adalah:
¾     Menganalisa fungsi pada sistem.
¾     Menganalisa data dan membuat database.
¾     Merancang user interface atau kebutuhan user.

4.      Systems Implementation (Implementasi Sistem)
Tahap implementasi yaitu tahap yang mengimplementasikan rancangan dari tahap-tahap sebelumnya dan melakukan uji coba.
Aktivitas-aktivitas pada Implementasi yaitu:
¾     Pembuatan database sesuai skema rancangan.
¾     Pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem.
¾     Pengujian dan perbaikan pada aplikasi (debugging).

5.      Systems Maintenance (Pemeliharaan Sistem)

            Pemeliharaan sistem ini dilakukan oleh admin yang ditunjuk untuk menjaga sistem tersebut tetap beroperasi secara benar.

Berikut beberapa metodologi dari SDLC yaitu :



  1. Waterfall 
Model ini paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini juga melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan secara berurutan 

  1. RAD (Rapid Application Development) 
RAD (Rapid Application Development) adalah model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini. Rapid application development menggunakan metode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem dimana working model (model bekerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan (requirement) user. 
  1. Agile 
Jenis pengembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dan pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun. Dalam Agile Software Development interaksi dan personel lebih penting dari pada proses dan alat, software yang berfungsi lebih penting daripada dokumentasi yang lengkap, kolaborasi dengan klien lebih penting dari pada negosiasi kontrak, dan sikap tanggap terhadap perubahan lebih penting daripada mengikuti rencana. 

  1. Prototype 
Prototyping adalah salah satu pendekatan dalam rekayasa perangkat lunak yang secara langsung mendemonstrasikan bagaimana sebuah perangkat lunak atau komponen-komponen perangkat lunak akan bekerja dalam lingkungannya sebelum tahapan konstruksi aktual dilakukan

 B. KONSEP DAN PENGUJIAN PERANGAT LUNAK
Pengujian menyajikan anomali yang menarik bagi perekayasa perangkat lunak. Pada proses perangkat lunak, perekayasa pertama-tama berusaha membangun perangkat lunak dari konsep abstrak ke implementasi yang dapat dilihat, baru dilakukan pengujian. Perekayasa menciptakan sederetan test case yang dimaksudkan untuk “membongkar” perangkat lunak yang sudah dibangun. Pada dasarnya pengujian merupakan salah satu langkah dlam proses rekayasa perangkat lunak yang dianggap sebagai hal yang destruktif daripada konstruktif. 

1.       Sasaran - Sasaran Pengujian 
Dalam buku klasiknya mengenai pengujian perangkat lunak, Glen Myers menyatakan sejumlah aturan yang berfungsi sebagai sasaran pengujian:  
·                     Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan meksud menemukan kesalahan. 
¾      Test case yang baik adalah test case yang memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan yang belum Semua pengujian harus dapat ditelusuri sampai kepesyaraan pelanggan. 
¾      Pengujian harus direncanakan lama sebelum pengujian itu mulai. 
¾      Prinsip pareto berlaku untuk pengujian perangkat lunak. 
¾      Pengujian harus mulai dari yang kecil dan yang berkembang kepengujian yang lebih besar. 
¾      Pengujian yang mendalam tidak mungkin. 
¾      Untuk menjadi paling efektif pengujian harus dilakukan oleh pihak ketiga yang independen.
·                     ditemukan sebelumnya. 
·                     Pengujian yang sukses adalah pengujian yang mengungkap semua kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

2.       Prinsip Pengujian  
Sebelum mengaplikasikan metode untuk mendesain test case yang efektif, perekayasa harus memahami prinsip dasar yang menuntun pengujian perangkat lunak. Davis mengusulkan serangkaian prinsip-prinsip pengujian diantaranya: 

3.       Testabilitas 
Testibilitas perangkat lunak adalah seberapa mudah program computer dapat diuji. Karena pengujian sulitk, maka perlu diketahui apa yang harus dilakukan agar manjadi lebih mudah. Cheklist berikut ini memberikan serangkaian karakteristik yag membawa peragkat lunak yang dapat diuji. 
¾      Operabilitas, “semakin baik dia bekerja, semakin efisien dia diuji”. 
¾      Observabilitas, “apa yanganda lihat adalah apa yang anda uji”. 
¾      Kontrabilitas, semakin baik kita dapat mengontrol perangkat lunak semakin banyak pengujian yang diotomatisasi dan dioptimalkan”. 
¾      Dekomposabilitas, “dengan mengontrol ruang lingkup pengujian, kita dapat lebih cepat mengisolasi masalah dan melakukan pengujian kembali secara lebih halus”. 
¾      Kesederhanaan, “semakin cepat yang diuji, semakin sedikit kita dapat mengujinya”. 
¾      Stabilitas, “semakin sedikit perubahan, semakin gagguan dalam pengujian”. 
¾      Verifikasi, mengacu kepada rangkaian aktivitas yang memastikan bahwa perangkat lunak secara tepatmengimplementasikan suatu fungsi terentu. 
¾      Validasi, mengacu pada rangkaian aktivitas berbeda yang memastikan bahwa prangkat lunak yang dibangun dapat ditelusuri kepersyaratan pelanggan. “Apakah kita membangun produk yang benar”.

Karakteristik yang membawa perangkat lunak dapat diuji :
1.Operabilitas, yaitu : Semakin baik dia berkerja, semakin efisien dia dapat diuji.
2. Obsaikeyabilitas, yaitu :”Apa yang anda lihat adalah apa yang anda uji”.
3.Kontralabilitas, yaitu :”Semakin baik kita dapat mengontrol perangkat lunak, semakin banyak pengujian yang dapat diotomasisasikan dan dioptimalkan”.
4.Dekomposabilitas, yaitu :”Dengan mengontrol ruang lingup pengujian, kita dapat dengan lebih cepat mengisolasi masalah dan melakukan pengujian kembali secara lebih halus”.
5.Kesederhanaan, yaitu:”Semakin sedikit yang kita uji,semakin cepat kita dapat mengujinya”.
6.Stabilitas, yaitu:”Semakin sedikit perubahan, semakin sedikit pula gangguan dalam pengujian”.
7.Kemampuan untuk dapat dipahami,yaitu : “Semakin banyak informasi yang kita miliki, semakin halus pengujian yang akan dilakukan”.

C.   Faktor faktor pengujian perangkat lunak
·         Faktor-faktor pengujian yang dilakukan meliputi :
·         Kebutuhan yang berkaitan dengan metodelogi
·         Pendefinisian spesifikasi fungsional
·         Penentuan spesifikasi kegunaan
·         Penentuan kebutuhan portabilitas
·         Pendefinisian antar muka sistem

D. TEKNIK PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK 
1.Pengujian White-Box 
Pengujian White-Box adalah metode desaintest case yang menggunakan struktur kontrol desain prosedural untuk memperoleh test case. Dengan menggunakan metode pengujian white box, perekayasa sistem dapat melakukan test case yang : 
¾      Memberikan jaminan bahwa semua jalur independen pada suatu modal telah digunakan paling tidak satu kali.  
¾      Menggunakan semua keputusan logis pada sisi true dan false  
¾      Mengeksekusi semua loop pada batasan mereka dan baas operasional mereka  
¾      Menggunakan struktur data internal untuk menjamin validitasnya 

¾      Pengujian Black-Box 
¾      Pengujian Black Box digunakan untuk menguji fungsi-fungsi khusus dari Perangkat Lunak yang dirancang. 
¾      Pada teknik ini,kebenaran Perangkat Lunak yang diuji hanya dilihat berdasarkan keluaran yang dihasilkan dari data atau kondisi masukan yang diberikan untuk fungsi yang ada tanpa melihat bagaimana proses untuk mendapatkan keluaran tersebut. 
Dari keluaran yang dihasilkan ,kemampuan program dalam memenuhi kebutuhan pemakai dapat diukur sekaligus dapat diketahui kesalahan-kesalahannya.  Beberapa jenis keasalahan yang dapat diidentifikasi : 
Fungsi tidak benar atau hilang. 
¾      Kesalahan antar muka. 
¾      Kesalahan pada struktur data (pengaksesan Basis Data). 
¾      Kesalahan Inisiasi dan akhir program 
¾      Kesalahan Performansi.

2.Pengujian Struktur Kontrol
Pengujian Kondisi Adalah sebuah metode disain test case yang menggunakan kondisi logis yang ada pada suatu program.

3.Pengujian Basis PATH
Uji coba basis path adalah teknik uji coba white box yg diusulkan Tom McCabe. Metode ini memungkinkan perancang test case mendapatkan ukuran kekompleksan logical dari perancangan prosedural dan menggunkan ukuran ini sbg petunjuk untuk mendefinisikan basis set dari jalur pengerjaan. Test case yg didapat digunakan untuk mengerjakan basis set yg menjamin pengerjaan setiap perintah minimal satu kali selama uji coba. 
Faktor - Faktor Pengujian Perangkat Lunak 
Faktor-faktor pengujian yang dilakukan adalah : 
¾      Kebutuhan yang berkaitan dengan metodelogi 
¾      Pendefinisian spesifikasi fungsional 
¾      Penentuan spesifikasi kegunaan 
¾      Penentuan kebutuhan portabilitas 
¾      Pendefinisian antar muka system 

E. Strategi pengujian perangkat lunak.
¾     Pengujian Unit
¾     Pengujian Integrasi
¾     Pengujian Validasi
¾     Pengujian Sistem